Senin, 12 November 2018 | 9:58:11 WIB | Dibaca : 259 Kali

Apel Sempena Hari Kesehatan Nasional ke-54 Tahun 2018

Bustami HY: Ubah Pola Hidup Kearah Promotive-Preventif

Editor : Yeni Mayasari - Reporter : Sudiyo - Fotografer : Doni Afzan dan M. Iqbal
Bustami HY: Ubah Pola Hidup Kearah Promotive-Preventif  Teks foto: Sekretaris Daerah (Sekda) H Bustami HY memimpin Apel sempena Hari Kesehatan Nasional ke-54 Tahun 2018 di Halaman Kantor Bupati Bengkalis, Senin (12/11) pagi.

BENGKALIS, HUMAS – Bupati Bengkalis diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis H Bustami HY memimpin Apel sempena Hari Kesehatan Nasional ke-54 Tahun 2018 di Halaman Kantor Bupati Bengkalis, Senin (12/11) pagi.

Apel  dimulai pukul 07.30 WIB dengan  perwira apel Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Supardi dan pemimpin apel Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Bengkalis membacakan sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 sebagai momentum yang baik untuk mengingatkan kita derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud, apabila semua komponen bangsa berperan serta dalam upaya kesehatan dengan memprioritaskan promotive-preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.

“Mengubah pola hidup kearah promotive-preventif  dengan  menekankan pada perilaku hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat  tentang  pentingnya  hidup sehat,” ungkapnya.

Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan permasalahan  kesehatan diantaranya masih tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular. Permasalahan tersebut harus diselesaikan secepatnya.

“Puskesmas dan tenaga kesehatan di dalamnya harus mengambil peran mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat dengan secara aktif terus menerus melakukan upaya promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Saat ini alokasi anggaran untuk bidang kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah cukup besar, sehingga besar juga harapan agar permasalahan kesehatan tersebut dapat di selesaikan dengan sebaik-baiknya,” tutur Bustami.

Dikatakan Bustami, pemenuhan sumber daya manusia kesehatan untuk memenuhi akses pelayanan kesehatan khususnya di Daerah-daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), hingga tahun 2017 pemerintah telah menempatkan 6.316  tenaga kesehatan melalui Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) serta penugasan khusus calon dokter spesialis.

“Untuk itu, sempena Hari Kesehatan Nasional saat ini, mari kita kobarkan semangat melayani, semangat menggerakkan, semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya yang dimulai dari diri kita masing-masing,” pesan Sekda.