Kamis, 21 Februari 2019 | 9:55:50 WIB | Dibaca : 136 Kali

Rakornas Implementasi RB dan Rakernas Forsesdasi 2019

Bengkalis Siap Mendukung Percepatan Reformasi Birokrasi Menuju Tata Kelola Pemerintahan Kelas Dunia 2025

Editor : Nurhadi - Reporter : Wildan Taufiq - Fotografer : Tim Humas
Bengkalis Siap Mendukung Percepatan Reformasi Birokrasi Menuju Tata Kelola Pemerintahan Kelas Dunia 2025 Teks foto: Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis saat Foto Bersama Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dii BSCC DOME, Balikpapan Kalimantan Timur, Rabu (20/2) Malam.

BALIKPAPAN,HUMAS- "Saya pikir kalau sebagai manusia tidak ada tekanan, berarti sebagai manusia ada dipihak yang salah dimata tuhan, kebenaran itu selalu diiringi tekanan dan jiwa ksatria, kita jangan sampai melemah dan pasrah, harus tetap kuat di mata Tuhan Allah SWT. Pasti segala tekanan akan tersapu bersih dengan kekuatan iman kita".

 
Demikian yang diamanatkan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dihadapan ribuan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Implementasi Reformasi Birokrasi dan Rakernas Forsesdasi 2019 yang diantaranya dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H. Bustami HY bersama Sekretaris Daerah Provinsi se-Indonesia, 514 Sekda Kab/Kota se-Indonesia, Kepala Inspektorat dan Kepala Biro Organisasi se-indonesia, yang bertempat di BSCC DOME, Balikpapan Kalimantan Timur, Rabu (20/2) Malam.
 
Kegiatan yang mengusung tema "Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Guna Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Kelas Dunia 2025, Melalui Inovasi dan Pencegahan Korupsi" hal tersebut diangkat mengingat permasalahan yang aktual sering menjadi koreksi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. 
 
Lebih lanjut mendagri mengatakan "bahwa Sekretaris Daerah bertugas membantu Kepala Daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah, untuk menunjang kelancaran pelaksanaan urusan pemerintahan umum. Maka Sekda harus senantiasa membangun komunikasi dengan jajaran-jajaran forkopimda termasuk perguruan tinggi. Tokoh adat, tokoh masyarakat, ormas-ormas dan lain sebagainya dalam setiap pengambilan keputusan".
Menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif tahun 2019 ini tjahyo menghimbau kepada seluruh peserta untuk berhati-hati terhadap racun demokrasi.
 
"Pilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan harus senantiasa di jaga. Politik uang, politisasi suku, Agama dan ras serta Hoax, fitnah dalam berkampanye adalah Racun Demokrasi, untuk itu mari kita tolak dan lawan hal tersebut" pungkas Tjahyo. 
 
Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis Mengatakan "kegian ini sangat bermanfaat, karena dapat memberikan arah dalam pelaksanaan pemerintahan Daerah yang efektif, effisien, terukur".
Lebih lanjut mantan Kepala BPKAD Kabupaten Bengkalis ini menjelaskan bahwa percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi ini khusus di Kabupaten Bengkalis sudah kita terapkan, hal tersebut sejalan dengan misi Kabupaten Bengkalis 2016-2021 yakni terwujudnya pemerintahan yang berwibawa, transparan dan bertanggung jawab serta dapat dibantu kepimpinan dengan bijak, berjuang dan ikhlas.
Lebih lanjut Bustami yang juga PLt. Inspektur Kabupaten Bengkalis ini bahwa kita siap dan juga telah menjalin komunikasi dengan seluruh stakeholder dalam pengambilan keputusan tanpa mengesampingkan hajat hidup orang banyak,kearifan lokal, sosial budaya dan lain sebagainya. 
Dihadapan Tim Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Sekda juga menyampaikan dan mengajak masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019 bulan april nantinya,  masyarakat jangan mudah terprovokasi, jangan menyebarkan berita hoaxs, pilihlah  sesuai hati nurani, perbedaan pilihan jangan dijadikan perpecahan namun jadikanlah sebuah kekuatan untuk kita dapat saling mengisi pembangunan ini dengan rasa persatuan dan kesatuan.