Rabu, 10 April 2019 | 13:59:01 WIB | Dibaca : 352 Kali

Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hadiri Acara Pencanagan Bhakti Sosial IBI KB-Kesehatan

Editor : Yeni Mayasari - Reporter : Khaidir - Fotografer : Melda Silfa
Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Hadiri Acara Pencanagan Bhakti Sosial IBI KB-Kesehatan Teks foto: Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni Amril didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan KB Bengkalis Ismail beserta jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten Bengkalis Rabu (10/4) Kota Dumai.
DUMAI, HUMAS – Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni Amril didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan KB Bengkalis Ismail beserta jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten Bengkalis, menghadiri acara Pencanangan Bhakti Sosial IBI KB-Kesehatan Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019, Rabu (10/4), yang dilaksanakan di Kota Dumai.
Acara yang mengusung tema “Bidan Melindungi Hak Kesehatan Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan” tersebut dihadiri Deputi KB dan KR BKKBN Pusat Dwi Sulisyawardani, Gubernur Riau yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Provinsi Riau Ahmad Syah Harrofie, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Agus P. Proklamasi, Ketua IBI Provinsi Riau Hj. Kasmarni, Istri Gubernur Riau Misnarni Syamsuar, Istri Wakil Gubernur Riau Hj. Suti Mulyanti Edi.
 
Gubernur Riau dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten 1 mengatakan bahwa, melalui momentum ini diharapkan semua pihak dapat menyatukan semua komitmen untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan dan KB.
“Peran IBI sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan program KB dan kesehatan reproduksi untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi menjadi ancaman dan hambatan dalam rangka membangun keluarga yang berkualitas," kata Ahmad Syah Harrofie.
 
Sementara itu Deputi KB dan KR BKKBN Pusat Dwi Sulisyawardani mengatakan bahwa “ada empat yang terlalu”, yang harus dihindari, yakni terlalu muda melahirkan dibawah 21 tahun, terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun, terlalu dekat jarak melahirkan dan terlalu sering melahirkan. 
Menanggapi hal tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Bengkalis Kasmani Amril mengatakan bahwa TP-PKK Kabupaten Bengkalis bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah melakukan kegiatan untuk mencegah empat yang terlalu tersebut.
 
“Diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada para kader PKK mengenai pentingnya pendidikan sehingga sumber daya manusia menjadi berkualitas. Jika SDM sudah memiliki pendidikan yang baik, tentunya empat terlalu ini akan dapat diatasi," ujar Kasmarni.
Lebih lanjut, Kasmarni menuturkan bahwa, PKK bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus berupaya untuk meningkatkan kesertaan pasangan usia subur (PUS) sebagai peserta aktif yang saat ini capaiannya sekitar 57%.
 
“PKK dan Pemerintah Daerah bersinergi dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat sehingga terwujud keluarga berkualitas yang sejahtera dan bahagia," pungkasnya.