Selasa, 17 September 2019 - 14:06:22 WIB - Dibaca : 509 Kali

STAIN Bengkalis Raih Penghargaan PTKIN Terbaik di Bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Editor: Tim Humas - Rep: Tim Humas - Foto: Istimewa
Teks foto: STAIN Bengkalis Raih Penghargaan PTKIN Terbaik, Selasa (17/9/2019).

BENGKALIS, HUMAS – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis raih penghargaan PTKIN Terbaik di bidang Penelitian dan Publikasi Ilmiah dalam acara Annual Conference Research on Proposal Tahun 2020, Selasa (17/9/2019).

Sebagaimana pengumuman yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-3007/DJ.I/DT.I.III/HM.01/09/2019 menyebutkan bahwa STAIN Bengkalis termasuk dari 5 PTKIN yang akan memperoleh penghargaan di Hotel Horison Grand Serpong Jl. MH. Thamrin Kb. Nanas Panunggangan Pinang Kota Tanggerang pada hari Rabu tanggal 18 September 2019.

Adapun 5 PTKIN yang menerima penghargaan adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Jember, IAIN Salatiga dan STAIN Bengkalis. Untuk mengambil penghargaan tersebut Ketua STAIN Bengkalis Syamsul Nizar akan hadir langsung pada acara tersebut.

Saat wawancarai Via Telpon, Ketua STAIN Bengkalis, Samsul Nizar mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, penghargaan yang akan kita terima tersebut tidak terlepas dari kerja sama kita semua sehingga Kampus STAIN Bengkalis terpilih sebagai satu-satunya PTKIN di luar pulau Jawa yang akan mendapatkan penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, berkat usaha dan kerja keras dari kawan-kawan civitas akademika STAIN Bengkalis, kita berhasil meraih prestasi di tingkat nasional, bersaing dengan kampus-kampus besar lainnya. Hal ini tentunya akan menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua dan cambuk untuk semakin giat lagi dalam aktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta meraih berbagai prestasi akademik/non akademik lainnya,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Prof. Samsul Nizar menerangkan bahwa negeri Melayu memiliki budaya tinggi dengan karakter Islam yang kuat merupakan wilayah kajian yang sangat luas. Wilayah kajian yang perlu diteliti secara serius guna menyelamatkan sejarah bangsa. "Untuk itu penelitian berkualitas perlu mendapat prioritas untuk dipublikasi agar menjadi rujukan bagi generasi selanjutnya baik regional, nasional, maupun internasional", pungkasnya


Berita Lainnya

Tulis Komentar