Kamis, 21 Maret 2019 - 17:00:35 WIB - Dibaca : 399 Kali

Menkeu Sri Mulyani Jadi Pembicara Rakornas APIP 2019

Uang, Sumber Solusi atau Sumber Celaka

Editor: Nurhadi - Rep: Muhammad Imam Lutfi - Foto: Muhammad Imam Lutfi
Teks foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi Pembicaraan dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2019
JAKARTA, HUMAS - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini menjadi pembicaraan dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2019. Rakornas yang mengambil tema 'Penguatan APIP dalam mengawasi Akuntabilitas Keuangan dan Pembangunan yang Berkualitas'. turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis yang juga Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Bengkalis. di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jl. Gatot Subroto Jakarta, Kamis (21/03/2019) pagi.
 
 
Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah (Rakornas PIP) Tahun 2019 ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Badan pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat. Dalam arahannya Sri Mulyani meminta Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) bisa mengawal keuangan pemerintah dengan baik, Pasalnya uang memiliki godaan yang cukup tinggi. "Keuangan negara maupun segala sesuatu yang berhubungan dengan uang, godaannya banyak sekali. Uang bisa jadi sumber solusi dan bisa jadi sumber celaka. Banyak orang mudah tergoda dan celaka karena uang," kata Sri Mulyani.
 
 
Bahkan, orang yang ibadahnya bagus, menurutnya bisa tergoda ketika berhubungan dengan uang. "Solat rajin, naik haji ada, umrah sering, puasa Senin-Kamis, waktu lihat uang lupa semua itu, kayak nggak ada koneksinya. Kayaknya uang itu dunia tersendiri. Karena manusia mudah tergoda, untuk itu kita harus sadari kelemahan ini dengan melakukan pengawasan yang baik," lanjutnya.
 
Beliau melanjutkan, di internal pemerintah ada yang namanya inspektur maupun Inspektur Jenderal (irjen) yang bertugas melakukan pengawasan dalam pengelolaan keuangan di tiap-tiap institusi pemerintah baik Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah. "Sistem pengawasan keuangan di Indoneaia ada beberapa lapis. Pertama dalam internal organisasi itu lah aparat internal biasa namanya irjen. Kalau yang besar kita punya irjen kalau didaerah ada inspektur, ada BPKP, ada BPK, ada KPK,  ada kepolisian, kejaksaan juga," ujarnya.
 
 
Yang jadi tantangan saat ini lanjut Sri Mulyani, pada dasarnya pejabat tidak mau diawasi, apalagi yang memiliki jabatan tinggi. "Kalau sudah jadi pejabat, makin tinggi jabatannya makin nggak suka diawasi. Jadi sebetulnya ujian manusia paling besar adalah dirinya sendiri. Untuk itu yang sangat efektif itu sebenarnya adalah bagaimana membuat sistem yang dapat melengkapi diri agar kita secara pribadi bisa mengawasi diri sendiri," Ujar Sri Mulyani. 
 
Peranan APIP penting sekali, karena APIP diperlukan perannya dalam mengawal akuntabilitas keuangan dan pembangunan yang berkualitas, pungkasnya. Sementara itu H. Bustamy. HY Sekretaris Daerah sekaligus sebagai Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Bengkalis mengatakan bahwa apa yang telah disampaikan oleh Menteri Keuangan ibu Sri Mulyani benar adanya, uang negara yang kita kelola haru benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. 
 
"Keuangan negara yang dimaksud oleh Buk Menteri itu bukan hanya untuk level Pemerintah Pusat dan Daerah saja, namun proses akuntabilitas keuangan dan pembangunan desa juga menjadi perhatian dan perlu pengawasan yang berkelanjutan serta baik, makanya saat ini pemerintah telah membuat aplikasi Siskeudes dengan tujuan memudahkan pengawalan dan pengawasan mulai dari tahap planning sampai Controlling," pungkas Bustami.
 

Berita Lainnya

Tulis Komentar