Kamis, 16 Februari 2017 | 01:05:00 WIB | Dibaca : 324 Kali

Besok Warga Kampar dan Pekanbaru Ikuti Multiple Choice Test

Besok Warga Kampar dan Pekanbaru Ikuti Multiple Choice Test Teks foto: Pilkada Bengkalis Tahun 2015

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr Wb,

Multiple Choice Test. Masih ingat kata itu? Bagi yang kurang familier dengan bahasa Inggris mungkin lupa. Namun kalau disebut pilihan berganda, tentu ingat.

Multiple choice test atau tes objektif bentuk pilihan ganda merupakan tes objektif dimana masing-masing item disediakan lebih dari dua kemungkinan jawaban, dan hanya satu dari pilihan-pilihan tersebut yang benar.

Besok, Rabu, 15 Februari 2017, bersama 99 daerah yaitu 7 Provinsi, 18 Kota dan 74 kabupaten, masyarakat Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru akan menjadi peserta multiple choice test. Mengikuti “ujian” untuk menentukan “duet tali teraju” kepemimpinan di daerah masing-masing untuk 5 tahun ke depan.

Tentunya, mereka yang akan mengikuti “ujian” pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak gelombang kedua itu mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kedua daerah tersebut.

Untuk Kabupaten Kampar, ada 5 “jawaban” (baca Paslon atau pasangan calon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan dipilih (berdasarkan nomor urut) berdasarkan “soal” yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah masing-masing, yaitu:

Nomor urut 1 yaitu Muhammad Amin-H Muhammad Saleh. Pasangan “Pemimpin Baru Harapan Baru” ini diusung Partai Demokrat dan Partai Hanura dengan kekuatan 12 kursi di DPRD Kampar.

Nomor urut 2, yaitu H Zulher-Dasril Affandi. Pasangan “Basamo Kito” ini diusung PDI Perjuangan dan PAN dengan kekuatan 9 kursi di parlemen.

Nomor urut 3, yaitu H Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto. Pasangan “Jelas 3” (visi, latar belakang, dan yang diperbuatnya) ini diusung Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, PPP, PKS dan PKB dengan kekuatan 23 kursi.

Nomor urut 4, yaitu H Jawahir-H Bardansyah Harahap. Pasangan “Satukan Hati Mantapkan Pilihan untuk BerJaSa” ini melalui jalur perseorangan.

Nomor urut 5, yaitu H Rahmad Jevary Juniardo-H Khairuddin Siregar. Seperti Paslon nomor urut 4, pasangan ini juga maju melalui jalur perseorangan.

Sedangkan untuk Kota Pekanbaru, adalah;

Nomor urut 1, pasangan H Syahril-H Said Zohrin. Pasangan ini juga maju melalui jalur independen.

Nomor urut 2, pasangan H Herman Nazar-Devi Warman. Pasangan ini juga maju melalui jalur independen.

Nomor urut 3, pasangan H Firdaus-H Ayat Cahyadi. Pasangan ini dukung Partai Demokrat, Gerindra dan PKS.

Nomor urut 4, pasangan H M Ramli-Irvan Herman. Pasangan ini diusung Partai Golkar, PKB, PAN, Nasdem dan Hanura.

Nomor urut 5, pasangan H Dastrayani Bibra-H Said Usman Abdullah. Pasangan yang sempat tak diloloskan KPU Pekanbaru ini, dijagokan PDI Perjuangan dan PPP.

Bila dijadikan soal pilihan berganda, maka untuk Pilkada Kabupaten Kampar, sebagai berikut (misalnya):

Paslon manakah yang akan menjadi pemenang Pilkada serentak gelombang kedua tahun 2017 di Kabupaten Kampar?
1. Muhammad Amin dan H Muhammad Saleh.
2. H Zulher dan Dasril Affandi.
3. H Azis Zaenal dan Catur Sugeng Susanto.
4. H Jawahir dan H Bardansyah Harahap.
5. H Rahmad Jevary Juniardo dan H Khairuddin Siregar.

Sedangkan untuk Kota Pekanbaru, misalnya:
Paslon manakah yang menurut anda merupakan pasangan terbaik untuk memimpin “Kota Madani” untuk lima tahun ke depan?
1. H Syahril dan H Said Zohrin.
2. H Herman Nazar dan Devi Warman.
3. H Firdaus dan H Ayat Cahyadi.
4. H M Ramli dan Irvan Herman.
5. H Dastrayani Bibra dan H Said Usman Abdullah.

Melihat jumlah Paslon yang “berkompetisi” untuk “Siap Menang, Siap Kalah” di Kabupaten Kampar maupun Kota Pekanbaru, maka jika hanya satu putaran, dapat diperkirakan akan banyak yang menjawabnya (memilih) dengan “jawaban yang salah” alias “salah pilih”.

Pasalnya, sesuai ketentuan masing-masing “peserta ujian” (pemilih yang berhak memilih), hanya diperbolehkan memilih hanya satu Paslon karena itu memang ketentuan yang berlaku untuk ujian yang menggunakan multiple choice test atau tes objektif bentuk pilihan ganda. Dan yang namanya ujian, tentu tak boleh “nyontek”.

Paslon mana yang besok akan terpilih, baik itu di Kabupaten Kampar maupun Kota Pekanbaru? Dalam “nota kesepakatan” yang dituliskan-Nya sudah diketahui, bukan hanya saat ini atau besok. Tapi jauh dan sangat jauh sekali sebelumnya.

Artinya, meski nanti banyak yang “salah pilih”, semua warga Kabupaten Kampar maupun Kota Pekanbaru, akan “naik kelas”. Jadi tak perlu ribut setelah ujian besok. Apalagi yang ribut itu justru yang tak ikut "ujian".

Namun demikian alangkah baiknya kalau bisa “naik kelas”, khususnya yang menggunakan hak pilih, “naik kelas” dengan pilihan yang sesuai ketentuan-Nya.

Karena tak ikut memilih, kami pribadi dari Negeri Junjungan, hanya dapat mendoakan selamat “berpesta”. Lalu dan sebagaimana dituliskan Pak Ahmad Syah Harrofie di akun facebook pada pukul 10.52 WIB, Ahad, 12 Februari 2017; “Gunakan hak pilih dengan pilihan yang cerdas.”

Mengapa? Karena pemilih yang cerdas, pilihannya akan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Bukankah begitu, Pak Ahmad Syah Harrofie?

Karena itu dan bagaimana judul sebuah lagu "Sekedar Bertanya" serta kalau masih boleh tanya, sebagai orang yang akan menggunakan hak pilihnya dengan pilihan yang cerdas, siapa yang agaknya akan dipilih besok, Pak? Kakakakakaka....

Sekali lagi, kepada warga Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru, khususnya sanak keluarga kami, ingat betul pesan Pak Ahmad Syah Harrofie tersebut; “Gunakan hak pilih dengan pilihan yang cerdas.”

Salam buat keluarga, Pak!

Selamat malam.

Semoga bermanfaat.

Aamiin ya rabbal ‘alamin!

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb

Bengkalis, Selasa, 14 Februari 2017.

 

Drs. Johansyah Syafri
Kabag Humas
 
Drs. Johansyah Syafri yang akrab disapa Johan, merupakan putra sulung dari tiga bersaudara buah pasangan A. Nuddin (Alm) dan Masrumin. Suami Sefniwita Idson yang lahir 11 April 1968 di Prabumulih, Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) ini memiliki dua orang anak, yaitu Muthi’ah Khairun Nisa dan Muhammad Rafif Albar.

Sebelum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, lulusan Program Studi Biologi FKIP Universitas Riau tahun 1991 ini adalah pegawai di BKKBN Kabupaten Bengkalis.

Johan yang pernah menjadi jurnalis ini, mulai menjadi ASN di Pemkab Bengkalis sebagai staf di Kantor Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga pada tahun 2001.

Pada tahun yang sama, pria yang memiliki motto hidup “Kata meskipun pahit didengar orang” ini mutasikan ke Bagian Humas Sekretariat Daerah Bengkalis sampai tahun 2010 sebagai salah satu Kepala Sub Bagian.

Setelah itu, sekitar tahun 2004, Syafri, begitu keluarga besarnya di tanah kelahirannya akrab memanggilnya, dipercaya sebagai Kepala Bagian, sampai tahun 2010.

Usai “docking” kurang lebih 6 bulan – istilah yang digunakannya untuk mengganti kata “non job” -- dia diamanahkan sebagai salah satu Kepala Bidang di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu.

Menjelang akhir tahun 2014, tepatnya bulan Oktober 2014, Johan kembali dipercaya sebagai Kabag Humas untuk kedua kalinya, hingga sekarang.

“Catatan Kecil” ini merupakan tulisannya yang ditulisnya di sela-sela pelaksanaan tugas dan kewajibannya sehari-satu.

Tujuannya utamanya untuk memotivasi orang agar mau menulis. Khususnya teman-teman di Bagian Humas. Selain itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

 

Baca Juga
Tulis Komentar