Selasa, 21 Februari 2017 | 03:29:00 WIB | Dibaca : 436 Kali

Amril Mukminin, Tupoksi Itu Ibarat Rel Kereta Api

Amril Mukminin, Tupoksi Itu Ibarat Rel Kereta Api Teks foto: Plt Sekretaris Daerah Arianto saat membacakan sambutan Bupati pada apel Kesadaran Nasional, Jumat (17/2/2017).

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr Wb,

Hari ini, Jumat, 17 Februari 2017.

Bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sejumlah Perangkat Daerah, rekan-rekan dari Tentara Nasional Indonesia serta Kepolisian Republik Indonesia, kami kembali mengikuti upacara bendera Hari Kesadaran Nasional.

Seperti biasa, upacara bendera Hari Kesadaran Nasional yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tadi, pelaksanaannya dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bengkalis, Jalan Jend A Yani No 70 Bengkalis.

Bertindak selaku pembina upacara yang bertepatan dengan setahun dilantiknya duet Amril Mukminin dan H Muhammad sebagai Bupati Bengkalis dan Wakil Bupati Bengkalis periode 2016-2021 tersebut adalah Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Bengkalis, H Arianto.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan H Arianto, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin kembali mengingatkan agar seluruh aparatur atau abdi masyarakat dan abdi Negara di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini bekerja sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi atau Tupoksi alias Tusi.

“Dalam mengemban amanah sebagai abdi masyarakat dan negara, seorang ASN dituntut agar berpedoman pada tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). Karena keberadaan tupoksi ibarat rel kereta api. Jika berjalan tidak melintasi rel, maka gerbong-gerbong berjalan tidak sesuai dengan tujuan yang diinginkan,” pesannya.

Kemudian, beliau juga mengingatkan kepada ASN di daerah agar tetap menunjung tinggi disiplin, serta berinisiatif, kreatif dan berinovasi dalam bekerja. Kapan dan dimanapun, disiplin dan tekunlah dalam bekerja.

“Dalam aspek apapun, disiplin diri dan ketekunan, adalah jembatan emas menuju kesuksesan,” imbuhnya.

Terkait keberadaan dokumen, Bupati Bengkalis juga berpesan agar seluruh pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, lebih hati-hati. Jangan sampai dokumen yang belum menjadi informasi publik, beredar di masyarakat.

Jika hal ini terjadi, sangat bertentang dengan sumpah seorang Pegawai Negeri Sipil yang selalu diucapkan. Yakni Panca Prasetya Korpri, pada poin kedua,” tegasnya.

Selamat petang.

Semoga bermanfaat dan sukses selalu untuk kita semua.

Aamiin ya Allah.

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb

Bengkalis, Jumat, 17 Februari 2017.

 

Drs. Johansyah Syafri
Kabag Humas
 
Drs. Johansyah Syafri yang akrab disapa Johan, merupakan putra sulung dari tiga bersaudara buah pasangan A. Nuddin (Alm) dan Masrumin. Suami Sefniwita Idson yang lahir 11 April 1968 di Prabumulih, Kabupaten Muara Enim (Sumatera Selatan) ini memiliki dua orang anak, yaitu Muthi’ah Khairun Nisa dan Muhammad Rafif Albar.

Sebelum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, lulusan Program Studi Biologi FKIP Universitas Riau tahun 1991 ini adalah pegawai di BKKBN Kabupaten Bengkalis.

Johan yang pernah menjadi jurnalis ini, mulai menjadi ASN di Pemkab Bengkalis sebagai staf di Kantor Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga pada tahun 2001.

Pada tahun yang sama, pria yang memiliki motto hidup “Kata meskipun pahit didengar orang” ini mutasikan ke Bagian Humas Sekretariat Daerah Bengkalis sampai tahun 2010 sebagai salah satu Kepala Sub Bagian.

Setelah itu, sekitar tahun 2004, Syafri, begitu keluarga besarnya di tanah kelahirannya akrab memanggilnya, dipercaya sebagai Kepala Bagian, sampai tahun 2010.

Usai “docking” kurang lebih 6 bulan – istilah yang digunakannya untuk mengganti kata “non job” -- dia diamanahkan sebagai salah satu Kepala Bidang di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu.

Menjelang akhir tahun 2014, tepatnya bulan Oktober 2014, Johan kembali dipercaya sebagai Kabag Humas untuk kedua kalinya, hingga sekarang.

“Catatan Kecil” ini merupakan tulisannya yang ditulisnya di sela-sela pelaksanaan tugas dan kewajibannya sehari-satu.

Tujuannya utamanya untuk memotivasi orang agar mau menulis. Khususnya teman-teman di Bagian Humas. Selain itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

 

Baca Juga
Tulis Komentar