FLASHNEWS
Minggu, 13 Agustus 2017 | 11:40:12 WIB | Dibaca : 336 Kali

Akun Facebook Orang Penakut

Akun Facebook Orang Penakut Teks foto: Ilustrasi

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr Wb,

AKUN FACEBOOK ORANG PENAKUT

Pengecut berasal dari kata kecut.

Selain kedut, kerut dan lisut, kata kecut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) bermakna, diantaranya, takut; merasa ngeri; gentar (tentang hati, perasaan, dan sebagainya). Sementara pengecut berarti penakut; munafik.

Adapun munafik artinya berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan sebagainya, tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua.

Berbicara tentang orang penakut atau munafik ini, menurut sebuah literatur, salah satu cirinya adalah suka main belakang. Suka melakukan intrik secara tersembunyi. Bukan hanya suka lempar batu sembunyi, tapi juga sembunyi badan, biar tak nampak seluruhnya.

Namanya juga suka main belakang tentu tak berani tatap muka – meminjam istilah waktu kuliah dahulu -- meskipun hanya satu SKS (Sistem Kredit Semester).

Kalau melalui dunia maya, salah satu ciri orang penakut ini adalah menggunakan akun palsu alias akun anonim. Akun awanama.

Menurut penuturan seorang sahabat, saat kami berbincang-bincang dengannya di mobil dalam perjalanan mengikuti Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman meninjau abrasi pantai Budung di Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Selasa, 12 Agustus 2017, kemarin, di dunia maya khususnya, salah satu ciri orang penakut adalah foto di akun facebook-nya pakai foto palsu. Bukan foto dirinya. Identitas yang digunakan juga emas imitasi. Bahkan ada yang menggunakan “kawat berkarat”.

“Tapi update statusnya paling rajin. Apalagi kalau mengkritik atau memfitnah orang. Padahal fitnah yang dibuatnya itu untuk menutupi kesalahannya. Jiwanya kerdil. Cetek. Dia tak sadar bahwa orang penakut tak akan pernah bisa menerima kelebihan orang lain,” jelas sahabat kami tersebut.

Meskipun tak seratus persen membenarkannya, kami tetap mempercayainya. Kami yakin jika mempercayai pendapatnya itu, rukun iman sampai kapan pun tak akan bertambah. Only six. Hehehehehe.....

Selanjutnya sahabat itu tadi juga memberikan petuah pada kami. Tentu petuahnya itu sama sekali tak bermaksud menggurui kami. Sekali lagi, sama sekali tidak. Jauh panggang dari api.

“Jika kita menjadi jamaah orang-orang yang akun facebook seperti itu, percaya dengan status yang dibuatnya dengan tujuan membangun opini yang menyesatkan, itu bermakna kita lebih pengecut darinya. Masak percaya pada orang yang tak percaya pada dirinya sendiri,” paparnya.

Meskipun tak seratus persen percaya, kami tetap membenarkan petuahnya. Kami yakin jika membenarkan petuahnya itu, sampai kapan pun rukun iman juga tak bakal lebih dari enam perkara. Kakakakaka....

“Sukses,” kata Jawaharlal Nehru, negarawan dari India (1889-1964), “Jarang menghampiri orang yang penakut yang tak mau mengambil konsekuensi. Suka main belakang.”

Negeri ini memang tidak didirikan oleh orang-orang yang penakut alias pengecut alias suka lempar batu sembunyi badan.

Termasuk orang yang pengecutkah kita hari ini??????***

Selamat siang.

Semoga bermanfaat dan sukses selalu untuk kita semua.

Aamiin ya Allah.

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb

Bengkalis, Ahad, 13 Agustus 2017.

 

 

Baca Juga
Tulis Komentar